Senin, 31 Juli 2017

Seminar Kanker: Aktivitas Minimal 30 Menit Sehari Cegah Kanker




Selain kebiasaan mengonsumsi jenis makanan tertentu, kurang beraktivitas juga berisiko memicu kanker. Untuk mencegah kanker, lakukan setidaknya aktivitas bergerak minimal. “Jenis makanan yang lebih berisiko. Selain kebiasaan makan, juga kebiasaan pola aktivitas. Kalau orang lebih aktif, maka risiko terjadi kanker rendah. Minimal Bapak dan Ibu melakukan aktivitas 30 menit per hari. Minimal 5 hari dalam seminggu diusahakan beraktifitas,” ungkap dr. Abdul Hamid Rachanan, Sp.B-KBD, MKes dalam Seminar Kanker Awam "Kanker Usus: Gara-gara Salah Makan? Karena Sering Jajan?", Kalbe Farma, Cempaka Putih, Jakarta (30/7/17).




HIndari Daging Merah

Lebih lanjut, dr. Hamid menjelaskan, pola hidup merupakan faktor risiko terkena kanker paling besar, memegang 60-70%. Sedang untuk faktor keturunan hanya 5-10%, dengan rerata 7 %. Untuk pola hidup terutama kebiasaan makan, dr. Hamid menyarankan kita mengurangi konsumsi daging merah.

“Daging merah, selain tinggi protein, kalau dikonsumsi dalam usus, itu akan diubah, istilah kedokterannya, menjadi hidrogen sulfida. Inilah  yang mampu mengubah sel  usus menjadi mutasi. Kalau makan daging seminggu sekali tidak masalah. Tapi kalau tiap hari, tiap makan daging terus, apalagi daging merah, ini risiko,” jelas dokter yang berpraktek di RSPAD dan RS Polri ini.

Selain itu, tentu saja, yang sudah sama kita ketahui, jajanan gorengan dengan minyak yang dipakai berulang, memicu kanker.





“Kalau mau beli mendoan lihat dulu minyak gorengnya. kalau masih baru, beli saja. Tapi kalau sudah kehitaman, itu karsinogenik, mengandung karbon. Juga semua yang dibakar, yang hitam-hitam itu karbon," tuturnya.

Sedang untuk makanan yang mengandung pengawet, pewarna, dan penyedap, tidak masalah kalau tidak dikonsumsi berlebihan dan memperhatikan nilai ambang konsumsi.

Untuk makanan jadi yang berwadah styrofoam dan plastik, dikonsumsi di waktu yang sama atau sesegera mungkin dipindahkan ke wadah yang lebih aman.

Dalam seminar yang diselenggarakan Indonesia Cancer Care Community (ICCC) bersama Kalbe Ethical Customer Care (KECC) ini juga diperkenalkan makanan khusus pasien kanker; Nutrican, yang mengandung nila gizi dan sejumlah keunggulan seperti tinggi energi dan protein, mengandung BCAA & Omega-3, rendah Laktosa, kaya antioksidan, dan tersedia dengan rasa jeruk dan stroberi. Nutrican juga cocok bagi pasien kanker yang sedang menjalani terapi (kemo dan radiasi).


2 komentar:

  1. Gorengan, makanan kesukaan banyak orang...
    Ya mau gimana lagi tapi ya, demi menjaga kesehatan beli gorengan pun kudu milih-milih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener gan. tapi kadang sulit juga mengenali kualitas makanan yg digoreng yg sdh dikemas

      Hapus