Rabu, 07 Juni 2017

ISB Talkshow: Agar Tulisan Punya Ruh


Optimalkan konten blog dengan memiliki tulisan yang kuat. Tiap tulisan di blog harus punya energi, harus punya ruh. Demikian ungkap Pendiri Indonesia Social Blogpreneur (ISB) Ani Berta dalam  ISB Ramadan Festivity Talkshow: Optimasi Konten Blog, Flavour Bliss, Serpong (3/6/17). Bagaimana kita dapat meniupkan ruh dalam tiap tulisan hingga konten blog optimal? Simak tipsnya.



Rawat Pengikut Organik

“Sebuah tulisan harus ada power, ada ruh. Bagaimana supaya tulisan ada ruhnya? Ruh itu bermanfaat sebagai eksplorasi diri kita. Jadi tulis saja sesuai apa yang mau kita tuangkan,” imbuh Teh Ani.

Content is King, Teh Ani melanjutkan. Bagi blogger pemula, prioritaskan memperbanyak konten. Menulislah, mengalir, tanpa lirik blog sana sini, sibuk membandingkan malah tidak kunjung mulai akibat duluan minder.  

“Jangan terlalu lirik sana sini. Lihat blog sana-sini. Oh blog ini kayak begini, kalau saya bener apa engga? Kalau terlalu banyak mikir bakalan tidak jadi. Kalau tulisan ingin mempunyai ruh, energi, kita harus jadi diri sendiri. Kalau kita punya gaya kocak, tuangkan dengan gaya kocak. Seperti Raditya Dika. Walau di tulisan serius dia mengulasnya dalam bahasa dia sendiri dan itu banyak pasarnya. Jadi, tulis saja, mengalir, tanpa harus mengacu kepada penulis lain,” jelasnya.  

Persyaratan jumlah follower yang dimiliki, sebut Teh Ani, untuk menjadi buzzer adalah minimal 500 pengikut di Twitter dan 2 ribu pengikut di Instagram. Nah, bagaimana mendongkrak pengikut?

“Trik meningkatkan follower sedang kita bukan seleb adalah dengan mendatangi acara seperti ini, berkenalan, saling  tukar akun medsos, saling follow. Itu juga berpengaruh. Itu bagus untuk organik follower,” sebutnya.

Teh Ani tidak menyarankan kita membeli follower karena agensi sasaran kerjasama bisa mengendusnya. Maka rawatlah pengikut organik

“Tidak disarankan beli follower karena agensi bisa mengecek mana yang beli follower dan mana yang follower-nya organik. Jadi sebaiknya organik saja. Tidak apa; sudah saya follow ya, minta difolbek. Kita saling simbiosis mutualisma,” tuturnya.

Agar enak dibaca, Teh Ani mengingatkan, artikel  juga jangan terlalu panjang.

“Minimal 500 kata. Kalau di bawahnya kuatir tidak terindeks di google. Kalau yang lebih bagus lagi, maksimal 1200 kata. Kalo panjang banget, pegel orang baca di internet lama menatap layar,” pungkasnya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar