Selasa, 25 April 2017

Indonesia Data Driven Journalism 2017: Pertamina Buka Data Sejak 2006



Menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di mana semua badan pemerintah berkewajiban mempublikasikan data dan informasi kepada masyarakat, bahkan sejak 2006, PT Pertamina (Persero) selalu menyediakan informasi perusahan untuk dapat diakses publik di situs resminya.  “Sejak bertransformasi 10 tahun lalu, Pertamina senantiasa memberikan informasi resmi, khususnya di bidang energi, di website resmi pertamina.com sebagai sumber data akurat yang bisa diakses semua pihak,” tandas  Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Syahrial Mukhtar dalam Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017: “Pemanfaatan Data Terbuka untuk Kemajuan Energi Nasional dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”, Ballroom Pertamina, Gedung Utama Lt M, Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta (21/4/17).


Tidak perlu ditunggu, lebih pro aktif

Pertamina juga makin intensif mensosialisasikan dan mengedukasi semua pihak terkait penyediaan data yang dibutuhkan .

“Ke depan, Pertamina akan lebih agresif lagi melakukan edukasi kepada semua. Jadi stakeholder tidak perlu menunggu meminta data, tapi kami akan lebih pro aktif. Kami lakukan edukasi ke lembaga-lembaga kementerian, termasuk para mahasiswa dengan program goes to campus, untuk memberikan informasi yang lebih detil mengenai busines process Pertamina, karena semua yang kami lakukan adalah terbuka dan bisa diketahui semua stakeholder,” jelasnya

Di era keterbukaan informasi yang diwarnai perkembangan media sosial sebagai sarana penyebaran berita, Pemerintah senantiasa mendorong seluruh kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah dan semua instansi yang terkait dengan data untuk terbuka dalam memberikan akses data informasi yang akurat sehingga bisa menjadi sumber penting bagi berbagai kalangan termasuk jurnalis untuk membuat berita berbasis data. 

Sebagai implementasi, Pemerintah menyediakan platform  portal data nasional (data.go.id) untuk meningkatkan interoperabilitas dan pemanfaatan data pemerintah, yang tidak terbatas pada penggunaan internal antar instansi, tapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data publik bagi masyarakat. 

IDDJ 2017 berisi lightning talks dan workshop untuk peserta dapat tingkatkan kemampuan jurnalisme data, menyajikan berita berkualitas berbasis data, serta mengeksplorasi keterbukaan data pemerintah untuk kemajuan pembangunan, khususnya di bidang energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hadir juga sebagai narasumber; Deputy 1 Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Program Prioritas Nasional, Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo, Pemimpin Redaksi independen.id Yekhti Hesthi Murthi,  Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Jakarta, Astari Yanuarti, Data Scientist Research Triangle Institute (RTI), Ramda Yanurzha, dan Redaktur Eksekutif Majalah Tempo, Wahyu Dhyatmika.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Satu Data Indonesia (SDI), PT Pertamina (Persero), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (JARING), dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).







Tidak ada komentar:

Posting Komentar