Jumat, 07 April 2017

BukaTalks “It a (Wo)man's, (Wo)man's World”: Dendamku Motivasiku


Menjadi perempuan pembalap motor dan harus bertanding dengan para lelaki pembalap, menyebabkan Sabrina Sameh kerap direndahkan. Alih-alih tekad surut, Mojang Bandung ini malah makin semangat membuktikan. Dendam pun jadi motivasi. “Aku bisa jadi kayak begini, bisa juara, karena pertamakali balap aku dibilang cabe-cabean. Aku cuma diam tapi aku dendam. Lihat, suatu saat aku beli. Dendam aku dijadikan motivasi dan aku bayar mereka dengan sekarang. Dendamku motivasiku,” tandasnya dalam BukaTalks : It's a (Wo)man's, (Wo)man's World, Bukalapak, Jakarta (5/4/17).



Kembangkan Potensi Perempuan Pembalap

Ada pengalaman tak terlupakan saat juara dan menginjakkan podium pertamakali dalam kejuaraan Trendipromo Mandira di Sirkuit Sentul kelas 155cc. Saat tiba gilirannya start, para pembalap saling bertaruh, bahkan ada yang 'siap minum benzol jika Sabrina juara.
   
“Podium pertama, aku agak dilecehkan, karena mungkin aku bertahan selama dua tahun. Biasanya perempuan pembalap hanya bertahan 3-5 bulan. Sampai akhinya aku dijadikan judi. Aku start terakhir dan mereka teriak-teriak; kalau Sabrina juara saya minum benzol. Itu di Sentul, aku ingat. Yang satu lagi; kalau Sabrina juara, saya bayar 500 ribu,” ungkapnya.  

Meski kesal dan emosi bercampur aduk, namun ia tetap sabar, karena ini ujian. Sabrina pun berpacu. Akhirnya ia menang dan juara ketiga.

Konsisten di dunia balap, Sabrina mencuri perhatian hingga ke Palu, Sulawesi  Tengah dan diminta mengembangkan potensi perempuan pembalap di daerah tersebut

“Dua tahun ini saya diambil Palu untuk mengembangkan pembalap perempuan di Sulawesi. Di Jawa Barat sudah cukup berhasil karena perempuan pembalap, road race khususnya, sudah  banyak, dan  tim pabrikan sudah pakai pembalap wanita. Sehingga saya diambil ke Sulawesi untuk mengembangkan bibit-bibit perempuan pembalap,” pungkas dara 22 tahun ini.

BukaTalks juga menampilkan Alexandra Asmasoebrata, perempuan pembalap pertama di Indonesia bahkan di Asia di kelas gokart dan mobil formula. Memulai debutnya di usia 12 tahun, Andra telah meraih berbagai prestasi hingga mengantarkan dirinya ke kejuaraan internasional di tahun 2007, yaitu Formula Renault Asia dalam dunia balap mobil formula.

Juga hadir Dian Indah Carolina, mahasiswi yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa pecinta alam di Mahitala Unpar, terpilih menjadi salah satu anggota The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition 2014. The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition adalah sekumpulan wanita pendaki gunung yang memiliki visi untuk menaklukkan tujuh puncak gunung dunia.



   







Tidak ada komentar:

Posting Komentar