Rabu, 26 April 2017

Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017: Satu Data Untuk Pemerintahan Terbuka



Melalui Satu Data, Kantor Staf Presiden mendukung dan berupaya penuh untuk melakukan pembenahan atas data pemerintah Indonesia. Data tersedia dalam format terbuka dan mudah digunakan kembali, demi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, dan meningkatkan partisipasi masyarakat mengawal pembangunan. Portal Data Indonesia diinisiasi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) sebagai salah satu komitmen pemerintah dalam Open Government Partnership. Poin tersebut penting ditekankan dalam Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017: “Pemanfaatan Data Terbuka untuk Kemajuan Energi Nasional dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”, Ballroom Pertamina, Gedung Utama Lt M, Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta (21/4/17).

Selasa, 25 April 2017

Indonesia Data Driven Journalism 2017: Staf Presiden Sulit Cari Data Untuk Pidato


Proses penyusunan pidato Presiden RI bukan tanpa hambatan, karena untuk menyampaikan pidato yang diperkuat data, kadang staf Presiden kesulitan mencari data yang valid. Tiap kementerian kerap memiliki data yang berbeda untuk topik yang sama. Deputy 1 Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Program Prioritas Nasional, Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo, mengungkapnya dalam Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017: “Pemanfaatan Data Terbuka untuk Kemajuan Energi Nasional dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”, Ballroom Pertamina, Gedung Utama Lt M, Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta (21/4/17).

Indonesia Data Driven Journalism 2017: Pertamina Buka Data Sejak 2006



Menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di mana semua badan pemerintah berkewajiban mempublikasikan data dan informasi kepada masyarakat, bahkan sejak 2006, PT Pertamina (Persero) selalu menyediakan informasi perusahan untuk dapat diakses publik di situs resminya.  “Sejak bertransformasi 10 tahun lalu, Pertamina senantiasa memberikan informasi resmi, khususnya di bidang energi, di website resmi pertamina.com sebagai sumber data akurat yang bisa diakses semua pihak,” tandas  Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Syahrial Mukhtar dalam Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017: “Pemanfaatan Data Terbuka untuk Kemajuan Energi Nasional dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”, Ballroom Pertamina, Gedung Utama Lt M, Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta (21/4/17).

Senin, 10 April 2017

Introduction to Social Entrepreneurship: Agar User Kembali Pakai Kita Lagi

foto. EV Hive

Bagaimana cara mendapatkan traction (daya tarik) hingga memperoleh user setia? situs donasi dan penggalangan dana, kitabisa.com membeberkan tipsnya. Targetkan pemasaran ke berbagai kategori pengguna untuk akhirnya menemukan satu kategori pengguna yang paling potensial lalu fokuskan dan perkuat.  “Selama dua tahun ini fokus di campaigner atau orang yang menggalang dana. Dulu kita coba ke berbagai kategori. ke teman-teman social enterprise, NGO, mahasiswa. Terus kita segment by category pemberdayaan masyarakat, edukasi, program-program yayasan, biaya medis. Kita coba satu-persatu,” ungkap CMO kitabisa, Vikra Ijas dalam diskusi panel “Introduction to Social Entrepreneurship: Can We Create Impact and Money at Same Time?”, EV Hive The Maja, Jakarta (23/3/17).

Jumat, 07 April 2017

BukaTalks “It a (Wo)man's, (Wo)man's World”: Dendamku Motivasiku


Menjadi perempuan pembalap motor dan harus bertanding dengan para lelaki pembalap, menyebabkan Sabrina Sameh kerap direndahkan. Alih-alih tekad surut, Mojang Bandung ini malah makin semangat membuktikan. Dendam pun jadi motivasi. “Aku bisa jadi kayak begini, bisa juara, karena pertamakali balap aku dibilang cabe-cabean. Aku cuma diam tapi aku dendam. Lihat, suatu saat aku beli. Dendam aku dijadikan motivasi dan aku bayar mereka dengan sekarang. Dendamku motivasiku,” tandasnya dalam BukaTalks : It's a (Wo)man's, (Wo)man's World, Bukalapak, Jakarta (5/4/17).

Rabu, 05 April 2017

Introduction to Social Entrepreneurship: Berapakah Founder Menggaji Dirinya Sendiri?

Social Enterprise atau Socio Entrepreneur adalah usaha atau orang-orang yang aktif  melibatkan komunitas yang mengupayakan dampak solutif bagi persoalan masyarakat sekaligus meraih pendapatan. Sebagai pendiri dari jenis usaha yang kental aspek sosial ini, berapakah para founder menggaji diri mereka sendiri? Pertanyaan ini muncul dalam diskusi panel “Introduction to Social Entrepreneurship: Can We Create Impact and Money at Same Time?”, EV Hive The Maja, Jakarta (23/3/17).

Senin, 03 April 2017

BukaTalks “Women in Tech”: Buka Mata, Banyak Yang Tidak Kita Tahu

foto: today.line.me

Era kecerdasan buatan sudah di depan mata, seiring perkembangan pesat teknologi internet, di mana data-data terkait kegiatan manusia di dunia maya makin banyak dikumpulkan. Founder and CEO Binar Academy, Alamanda Shantika Santoso memaparkan. “Di Indonesia belum banyak yang ngomongin skill apa sih yang bakal mati di tahun 2020? Karena kita sekarang sudah bukan di 3.0. Tahun lalu kita masih ngomongin produk, industri atau marketing 3.0, masih ngomongin tentang human. Di industri 4.0 kita sudah ngomongin artificial intelligence,” ungkapnya dalam Buka Talks: “Women in Tech, Building a Broader Perspective”, Bukalapak, Jakarta (31/3/17).   
  

Minggu, 02 April 2017

BukaTalks “Women in Tech”: Semua Bisa Dipelajari Selama Paham Kerangkanya






Semua bidang ilmu bisa dipelajari selama kita memahami kerangka kerjanya. Termasuk memadukan ilmu desain dengan sains. Tak ada lagi mitos si spesialis otak kiri dan si cenderung otak kanan. “Makin ke sini semua makin bisa dipelajari. Kalau dulu orang mikir left brainer tidak bisa jadi right brainer. Sekarang everything can be learn karena sudah banyak framework-nya. Contoh; design science terkenal di University of Michigan dan di Stanford ada namanya design impact engineering. Jadi sekarang berkembang banget di mana desain bisa digabungkan dengan sains,” ungkap Founder and CEO Binar Academy, Alamanda Shantika Santoso dalam Buka Talks: “Women in Tech, Building a Broader Perspective”, Bukalapak, Jakarta (31/3/17).