Senin, 20 Maret 2017

SEMINAR LEKSIKOGRAFI: Menang Lotere 1 Milyar Berkat Kamus



Gemarlah membaca terutama kamus, karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkannya. Bale Kuzmanovski dari Australia paham itu saat berhadapan dengan New South Walles Lotteries Corporartion pada 2010 di pengadilan demi mempertahankan hak memenangkan $ 100 ribu (sekitar 1 Milyar rupiah) dari permainan lotere gosok tulisan. Pakar Bahasa, Deny Arnos Kwary, Ph. D. mengungkapkan dalam Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].



Berbekal 4 Kamus

Kuzmanowski menggosok dan mendapati tulisan bathe dengan gambar orang sedang berenang. Ada tulisan kecil di bawah: swim. Kuzmanowski menganggap bathe bermakna swim dan ia berhak menang.

Menurut Kusmanowzki, menang, karena arti bathe: berenang. Menurut Lottery tidak demikian, karena mengutip Mcquarie Dictionary, bathe hanya bermakna swim dalam Bahasa Inggris Britania. Tapi kasusnya di Australia, maka mereka berpendapat Kusmanowzki tidak menang,” jelas Deny.  

Pantang menyerah, Kusmanowzki mencari kamus lain: Collins Australian Dictionary. Makna pertama dari bathe adalah “swim in open water for pleasure”. Dua kamus dibawakan ke hadapan pengadilan, hakim pun meminta rujukan lain.

“Dari Collins English Dictionary, meski kamus British English, tapi dalam prakata ada keterangan “konsultan khusus untuk Australia”, sehingga boleh digunakan. Makna pertamanya adalah ‘to swim or paddle in a body of open water or a river’. Dibawa ke pengadilan, hakimnya bingung ada dua kamus. Cari rujukan yang lain karena pilihan cukup banyak.” jelas Deny.

Maka dihadapkan lagi kamus lain; Australian Concise Oxford Dictionary of Current English, dan New Shorter Oxford English Dictionary.

“Keempat definisi dari kamus-kamus tersebut menunjukkan kata bathe memang bisa dianggap berkaitand engan gambar orang berenang dan  kata swim. Dengan hasil ini, kasusnya menang, tidak? Iya dia dapat $ 100 ribu,” pungkasnya.

Deny mempresentasikan materi “Kamus sebagai Kitab Undang-undang”. Ia memaparkan, di beberapa negara, meski sudah tersedia kamus hukum, kamus umum tetap menjadi rujukan dalam beberapa kasus hukum. Karena kerapkali kasus hukum melibatkan permasalahan makna kata umum, bukan kata khusus berkaitan ilmu hukum. Kasus Kuzmanowski salahsatunya.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar