Selasa, 29 November 2016

Rayakan Kuliner Nusantara Masih Sebatas Maknyus dan Ajib


Maraknya kebudaya Nusantara yang diklaim negara lain ini tak pelak menggedor nasionalisme kita juga. Tapi apakah sontak kita bisa bilang Malaysia telah mengklaim atau mengaku-aku budaya asli Indonesia? Aseli? Yakin? Padahal suatu budaya tercipta dari proses pertemuan antar budaya dari daerah bahkan negeri yang berlainan. Jangan terjebak ke nasionalisme kemenyan, Sejarawan JJ Rizal mengingatkan. Wah, apa tuh?


Agar Tidak Diklaim, Lekatkan Cerita Dalam Kuliner Kita


Soal mengaku-aku atau mengklaim budaya Indonesia oleh negara tetangga, termasuk kuliner, belum lama ini rendang diklaim sebagai hidangan khas Malaysia. Bagaimana agar ini tidak terjadi bahkan tidak berulang terjadi? Presiden Bandung Fe Institute, Founder Sobat Budaya, Hokky Situngkir punya jawaban. Lekatkan cerita di baliknya. Makanan mendunia seperti pizza, spageti dan pasta, akan selalu dikenal sebagai menu khas Itali karena ada kisah yang membumbuinya.

Minggu, 27 November 2016

JNE Dukung Kuliner Nusantara: Untung diraih, Kuliner Tersohor


| sumber foto: +Sobat Budaya | 
Melestarikan budaya Nusantara dapat diupayakan anak-anak negeri dari berbagai bidang atau latar belakang. Tak terkecuali oleh jasa layanan titipan kilat JNE. Sekali mendayung dua pulau terlampaui; meraup untung sekaligus ikut melestarikan budaya. “Kalau kita bisa mempertahankan budaya dan (upaya pelestarian) itu bisa jadi duit, apa salahnya? Ini akan jadi kekayaan nanti milik anak cucu kita yang bisa diteruskan sampai kapanpun. Maka JNE merasa perlu mempelajari lebih dalam mengenai ini, “ungkap Komisaris JNE Johari Zein dalam Peluncuran Aplikasi Peta Kuliner Nusantara (Lengkuas), bukalapak.com, Plaza Cityview, Jakarta (26/11/16).