Jumat, 30 Agustus 2013

The Conjuring: Ini Mah Pilem Romantis!




Nuansa tahun 70an sepertinya atmosfir paling oke untuk menjajakan film-film horor terutama genre perukyahan ala barat ini. Saya saja masih ngeri kalau nonton Suzanna meski teknologi layar lebar  saat itu minim. Belum ada CGI, dsb





Sekadar menyebutkan beberapa, formula paten dari film ini adalah, tidak diumbarnya kehororan kapanpun memungkinkan, melainkan bibit-bibt kengerian dipelilhara dan dibiarkan tumbuh seperti kanker. Juga, katanya, film ini berdasarkan berkas-berkas studi kasus pasangan pengusir hantu terkenal: Ed dan Lorraine Warren, menguatkan emosi penonton,  ini berdasarkan kisah nyata. Ya, kisah nyata pengusir hantu. 

Anyways, Lorraine, yang kini berusia 86 tahun, menjadi kuncen alur cerita film ini. Meski tidak menutup kemungkinan, ada (juga) polesan di sana sini khas Hollywood dibungkus rasa ketimuran dari sang sutradara.


Sedang, suaminya,  Ed Warren, which is saya anggap  sosok suami ideal, meninggal pada 2006 di usia 80 tahun. Ed mengajarkan, mengerem keAKUan demi pasangan adalah resep langgeng rumah tangga. 

Jadi, saya tertipu, The CONJURING itu sebenaranya film romantis. Bahwa, se'horor' apapun hidup, lebih seru jika diarungi bersama orang-orang tercinta; dengan suami, istri, anak, kakak, adik, saudara, kerabat,  dan sahabat. 

Terakhir,  saya kutip potongan percakapan kesukaan di film ini;  Ed: I cant lose you. Loraine: You wont. Lets finish it together. Demit sekelas apapun juga akan terbirit melihat kegigihan manusia seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar