Jumat, 27 Mei 2016

"Semua Data Dipegang Tim IT"

Dalam sesi Tech a Break #12: "Driving Growth through Digital Marketing" By Tokopedia, Wisma 77 Slipi, Jakarta [24/5/16], Marketing & Sales Lead, Telkomsel MSIGHT, Marvin Mahadharma Muditajaya mengungkapkan, dalam mencari konsumen potensial untuk target campaign, pemasaran lewat digital juga dapat menyeleksi dari konsumen pengguna kartu kredit. Bisa dari notifikasi sms. Pertanyaan pun muncul dari seorang peserta: bagaimana dengan  privasi dan keamanan bagi pengguna? Bukankah data pengguna dienkripsi?




Dari kata kunci saja

Marvin menjawab, kalau dari sisi enkripsi, pihaknya punya beberapa tingkatan enkripsi sehingga tidak membaca semua sms yang ada di jaringannya. Karena mereka hanya menyeleksi kata kunci yang relevan saja dan menghindari spamming.

“Jadi cara melakukannya tidak dengan membaca konten sms satu persatu. Tapi kami hanya memilih keyword yang berkaitan yang bersifat predefine dari diskusi dengan klien. Semua yang unofficial tidak akan diambil karena itu semua spamming,” imbuhnya.

Lebih lanjut Marvin memaparkan, data hanya dapat diakses satu sumber yaitu Information and Technology (IT) yang memastikan semua data aman terkunci. Jadi tidak bisa dibaca semua orang.

“Kami saja tidak bisa baca. Jadi data itu memang di-keep very strictly confidential oleh tim IT. Semua data yang kami miliki, source-nya cuma satu: IT. Jadi IT sangat strategis karena mereka keep all the data safe. Bahkan klien tak akan tahu konten sms, bahkan data individual. Kecuali subscriber menyerahkan data mereka secara sengaja dengan keinginan mereka sendiri melalui jaringan kami. Jadi, rest assure tidak apa, tidak akan ke mana-mana data ini,” pungkasnya.

Tokopedia Technical Architect, Supreet Sethi membagi pengalaman bagaimana memperluas keterlibatan pengguna demi menciptakan pengalaman menyenangkan berbelanja atau menggunakan jasa, dapat meningkatkan jumlah konsumen. Misal, selain mendapatkan tiket kereta api, konsumen juga mendapatkan fitur menarik yang mendukung kenyamanan perjalanan. Kata kuncinya: daya tarik (traction). Sebisa mungkin memiliki daya tarik yang berbeda dari kompetitor. 

Techabreak by Tokopedia adalah ajang berbagi pengalaman dan saran tingkat lanjut yang diramu dalam diskusi panel menarik dengan para praktisi dalam berbagai tema termasuk pemasaran digital, mendongkrak bisnis startup, meningkatkan pertumbuhan, dan wawasan tentang tren masa depan.

Senin, 25 April 2016

"Selalu berpikir Selangkah Lebih Depan"



Dok. Tokopedia
Di alam digital di mana penghuni makin berjejal, ancaman buas para peretas yang selalu panjang akal perihal metode dan serangan, kian canggih tiap detiknya. “Langkah terbaik selanjutnya adalah memiliki pengetahuan sedalam mungkin akan ancaman-ancaman tersebut,” Demikian Chief Product dari Tokopedia, Alan Chang mengingatkan dalam sambutan TECH A BREAK #11 "Fighting the Cyber Threats: Part 2" by Tokopedia, Wisma 77, Slipi, Jakarta [21/4/16].

Minggu, 06 Maret 2016

Surga Bagi Yang Bikin Film Anak




Saking jarangnya ada pelaku sinema nasional menelurkan tontonan untuk anak-anak, apalagi tuntunan, maka bagi siapa yang membuat, sangat dihargai jerihpayahnya. Sutradara dan Produser Film Harry Dagoe pun diapresiasi. “Ada teman saya bilang: ‘Har, kalo elo bikin film anak-anak, masuk surga’. Kenapa? karena menghibur anak kecil ya pasti kita memberikan hal-hal yang baik. Sementara di Indonesia untuk film anak sendiri komersialnya sangat tinggi, karena memang jarang filmnya. Jadi dia selalu dibutuhkan,” jelasnya dalam acara “Ngobrolin Fantasi di Indonesia dari Buku  Sampai Film", Islamic Book Fair, Istora Senayan (5/3/16).  

Rabu, 02 Maret 2016

Pluralisme Ada di Kitab Putih Bukan di Kitab Kuning



[Dok. Wido Supraha]

TASYAKURAN 13 TAHUN INSISTS


Kita ini sebenarnya pluralis. Kita ada 4 mazhab, lebih dari satu. Kenapa kita tolak? Apalagi istilah “pluralisme” tidak terdapat jawabannya di kitab-kitab kuning. Demikian curhat para kiyai, ustad, dan guru,  saat tiba mendiskusikannya dalam forum atau workshop bersama Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). “Karena pemikirannya selalu fikih, tidak mengerti pluralisme itu teologi. Ya memang tidak dari kitab kuning, kitab putih semua. Artinya tidak di dalam kitab yang berbahasa Arab, ini kitabnya berbahasa Inggris,” ujar Direktur utama INSISTS Hamid Fahmi Zarkasyi dalam Tasyakuran 13 Tahun Perjalanan Dakwah INSISTS: " Mendidik, Menggugah dan Mengubah ", Gedung Juang 45, Jakarta (1/3/16). 

Kamis, 10 Desember 2015

Apaan nih, Indonesia?!

[dok: moeslema.com]
Lama tinggal di luar negeri, ketika kembali, Andra Fembrianto punya pendapat sendiri tentang negara asalnya ini. Mulai dari cuaca panas hingga tipe sebagian warganya yang susah berbudaya antri.  “Dulu dari SD, orangtua dinas ke London, selama 3 tahun hidup di sana. Pas balik, apaan nih Indonesia, panas banget, orang-orangnya tidak bisa ngantri,” sungutnya.


Senin, 30 November 2015

“Ilmu Marketing Tertua Adalah Cerita”

Dalam pemasaran, apapun brand campaign-nya, mau pakai media sosial (medsos) manapun, Tidak bisa tidak. Kita harus membangun sebuah cerita. Tidak percaya? Cek saja Pendiri Akademi Berbagi, Ainun Chomsun. Katanya, ilmu marketing tertua adalah cerita. “Tidak percaya? Cek saja kitab-kitab suci agama. Di alkitab, agama apapun, itu bentuknya cerita.  Apa yang menjadi panutan, cerita tentang Nabi yang lahir, perjuangan. Semua bentuknya cerita. Jadi ilmu marketing paling tua itu sebenarnya cerita, singkapnya di WRITING WORKSHOP: "Stay Safe: How to Use Your Writing Skills and Social Media to Spread the Words", Conclave, Jakarta (28/11/15).

Rabu, 17 Juni 2015

Pak Rasjidi, Penjaga Akidah Umat


dok. DISC UI
“(Pembentukan) Departemen Agama betul-betul dari nol, Pak Rasjidi menghubungi tokoh-tokoh Islam, Kristen, dan agama-agama lainnya, minta tolong tokoh-tokoh dari agama masing-masing menjadi direktur-direktur. Jadi harus semua agama, karena ini Departemen Agama,“ Kenang  Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., saat memaparkan peran Prof. Dr. HM Rasjidi merintis Kementerian Agama, di perhelatan  Peringatan 100 Tahun Prof H.M. Rasjidi: “Peran Prof. H.M. Rasjidi Dalam Dakwah di Indonesia”, PSJ UI, Depok (5/6/15)