Jumat, 16 September 2016

MozBelajar "Pengenalan Tipografi": Batasan Pacu Kreativitas



Kaidah “less is more” juga berlaku dalam penggunaan font untuk desain grafis. Cukup maksimalkan 7 pilihan gaya font untuk 1 jenis font. Mahendra dari Ismaya Design Lab membagi tipsnya. “Dari satu font saja sudah 7 pilihan; light, regular, medium, bold, extra bold, heavy, black. Kita atur spasi, jarak, leading, tracking, kerning. Orang bertanya; ini pakai font apa saja? Padahal hanya satu font standar. Dengan berbagai macam ketebalan dan besaran, itu sudah beda banget,” ungkapnya dalam MozBelajar: Pengenalan Tipografi, Mozilla Community Space, Jakarta (10/9/16).

Selasa, 13 September 2016

TOKOPEDIA TECH A BREAK #13: From Story Telling to Story Selling


Most publishers are still looking for ways to craft their contents better. CEO Kurio David Wayne Ika tells more. “In todays condition, if we talk to alot of media companies, 
even in big companies, not only in Indonesia, are still trying to do something on contents. Because, content evolves, format, and medium evolve. Now, both legacy publishers, and those whose actually give start on web, are looking for ways to better crafting their contents,” David told the eager audiences at Tech a Break #13: "Building Product from 0 to 1" by tokopedia, Slipi, Jakarta (30/8/16).  



Content and commerce are co-exist

For example, there is an image messaging and multimedia mobile application that allow so many publishers from CNN to ESPN, to build custom contents. That is how publishers develop contents for the millenium.

“It’s a combination of music ,audio, interaction, flash, animation, and voice over, just apart of story telling with less text. That is how publishers develop contents for the millenium. Young people dont wanna read. They stop at 140 characters. Now the millenials are even lazier,” he said.  

Furthermore, in printed magazines, David says, if there is an advertising and we like the product, we have to remember where to buy it and hopefully on the weekend we remember to go to the store to find it. But today, there is a social magazine using image recognition that guide readers directly to brands so they can buy them. Yet, it is not an e-commerce platform. That is because content and commerce are always co-exist.

“Historically, if you look from the early days of media, from prints, TV’s, and so forth, I believe content and commerce are meant to be together. They are always co-exist. If you look at any magazine you buy, especially women lifestyle and fashion, 50% of the pages are advertising,” David said.  

The nature of content is content only, but now people coined a new term, which is content marketing or storry telling.


“What is really big in the US Media is from story telling, now is story selling. There is one media in the US worth like hundred million dollars with zero from advertising. What they do is combining content and commerce, and transaction, all together in one experience. Cause people dont really conciously shocked, most people shocked accidently,” David concluded. 


Another speaker, VP Business of Tokopedia, Amit Lakhotia have also shared experience and next-level advice. Tech A Break #13 giving enlightments about how to create something out of nothing, and ideas where to start and in the middle of process. The session focused on product related discussion, shared by fully experienced speakers from different background. There was also panel discussion with the speakers on building impactful products from scratch to meaningful scale. 

Rabu, 31 Agustus 2016

PARIWISANTAI #1 | Ranger WP Jelajah Cisarua



Kawan yang tertaut doa senantiasa,

Kita mau ke mana? Mau ke mana kita? Ke mana mau kita. Selama masih bisa bebas meski sekilas, dari rutinitas berposisi tugas, berpolusi buas, menuju hamparan segar hijau luas. Keluar, bubar sebentar, untuk nanti kembali berputar, memutar ke arah yang mengantar kita, ke lokasi menawan rekomendasi kawan, untuk wan dan puan sepanjang mata memandang. Sebab lama di kandang menumpulkan kuku, tak lagi kokoh dan kukuh, limbung terhuyung, tak sedang teguh, melemahkan paruh, membuncitkan perut, pengap, kerap menguap, menjadi gagap lantas tak siap, hingga terlupa sigapnya sayap. Maka terbanglah, bujang, terbang. Jemput jamanmu. 






Manusia berkata, manusia adalah mikrokosmos di makrokosmos. So, sebelum gembos, mendekompos, akibat terlalu los di medsos nge-post, kita yuk temukan  kembali diri, fisik dan mentali, temali tali erat saling simpulkan jadi. Kita yang  menyempil, kecil tak berdaya di jagat raya, bisa membesar, tak berhenti di selasar, bila kita mau, belajar, sinau cahaya yang menerang penyelam alam, malam direguk, di lekuk udara, salam saudara yang mengudara zikir, pikir, mikir misi manusia di atas bumi yang tak lagi merekah malah makin membelah.

Terserah mau searah atau berpisah, nyatanya tah kita masih betah. Sudahlah selama ini sempat kita hanya berkumur lalu kabur, lompat ditunggang waktu langsung ke jalur, mengumpul umur, membuang ke jalan, di jalan digiring bergelung tas, padahal bisa bebas kita meski sekilas, dari rutinitas berposisi tugas, berpolusi buas, menuju hamparan segar hijau luas.   



Kita sama sadar, hanya belajar di kampus hingga papan dihapus, sampai malam ditutup belumlah cukup. Satuan Kredit Semester, email-blaster bahan master,  disalin-pilin, sejauh ini belumlah cukup, memang tidak kan cukup. Kan kita menuntut dari buaian hingga maut menjemput. Jadi perlu ditambah dari yang ditetapkan sudah. Tambah "SKS", dapatkan puncak di cisarua, vila nan sejuk merasuk, pohon-pohon tinggi, taman luas pas plus kolam renang lagi. Yang kerap dihujani kita datangi, songsong matang inspirasi. Esensi yang luar biasa, di luar beda dari yang biasa datang dari sebatang dua batang di samping pantri. 



Ini adalah catatan pendek sepanjang perjalanan untuk akhirnya tunai di puncak asri. Ini merupakan kegiatan mengisi “KRS”; belajar, bermain, berdoa, dan memberi. Waktu kita berkupas gagas. Altar kita melingkar api, menyala hidup di unggun kayu, yang menghangatkanmu juga diriku. Sampai saling terbuka hasrat yang ingin, berdingin gerimis, ditulis tangis di bawah bulan, hidup kan bukan sekadar jalan. Maka mari bergantian, berikan yang terbaik untuk malam, selama kobar masih membakar, sepanjang kayu masih untukmu juga untukku, Seakan esok tak kembali pagi. Jadi mari berdiri separuh malam, bersimpuh melangit kalam, memohon ampun, dituntun di lapis demi lapis lantun.


    



Adakah yang paling yummy dari hanya semangkuk mi yang lekas basi, karena dimasak bersama ceria, disantap dengan tawa? Adakah yang lebih bebas dari sekadar mandi bola lempar tendang main hujan? Agak berlebihan ya kawan? Tapi andai kau di sini, kami tak sanggup menutupi, degap degup riang di hati. Terima kasih sudah berkenan dan mengijinkan kami. Lain kali, mungkin kami menjemputmu, dan aku dalam kita bercerita lagi.   

Cisarua, 28 Agustus 2016



Selasa, 02 Agustus 2016

Seminar Leksikografi: Bersama Atasi Kepunahan

| dok. Rosida T. Manurung |
Tidak ada yang tidak punah, termasuk bahasa-bahasa daerah. Sepakat. Namun ikhtiar harus terus berjalan. “Semua juga akan punah, tapi tidak secepat itu”, tandas Kepala Badan Bahasa, Kemendikbud, Prof. Dr. Dadang Sunendar dalam Pembukaan Seminar Leksikografi Indonesia: “Tantangan Leksikografis Bahasa-Bahasa Daerah di Indonesia”, Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, [26/7/16].*

Jumat, 27 Mei 2016

Tokopedia Tech a Break #12 : Semua Data Dipegang Tim IT

Dalam sesi Tech a Break #12: "Driving Growth through Digital Marketing" By Tokopedia, Wisma 77 Slipi, Jakarta [24/5/16], Marketing & Sales Lead, Telkomsel MSIGHT, Marvin Mahadharma Muditajaya mengungkapkan, dalam mencari konsumen potensial untuk target campaign, pemasaran lewat digital juga dapat menyeleksi dari konsumen pengguna kartu kredit. Bisa dari notifikasi sms. Pertanyaan pun muncul dari seorang peserta: bagaimana dengan  privasi dan keamanan bagi pengguna? Bukankah data pengguna dienkripsi?




Dari kata kunci saja

Marvin menjawab, kalau dari sisi enkripsi, pihaknya punya beberapa tingkatan enkripsi sehingga tidak membaca semua sms yang ada di jaringannya. Karena mereka hanya menyeleksi kata kunci yang relevan saja dan menghindari spamming.

“Jadi cara melakukannya tidak dengan membaca konten sms satu persatu. Tapi kami hanya memilih keyword yang berkaitan yang bersifat predefine dari diskusi dengan klien. Semua yang unofficial tidak akan diambil karena itu semua spamming,” imbuhnya.

Lebih lanjut Marvin memaparkan, data hanya dapat diakses satu sumber yaitu Information and Technology (IT) yang memastikan semua data aman terkunci. Jadi tidak bisa dibaca semua orang.

“Kami saja tidak bisa baca. Jadi data itu memang di-keep very strictly confidential oleh tim IT. Semua data yang kami miliki, source-nya cuma satu: IT. Jadi IT sangat strategis karena mereka keep all the data safe. Bahkan klien tak akan tahu konten sms, bahkan data individual. Kecuali subscriber menyerahkan data mereka secara sengaja dengan keinginan mereka sendiri melalui jaringan kami. Jadi, rest assure tidak apa, tidak akan ke mana-mana data ini,” pungkasnya.

Tokopedia Technical Architect, Supreet Sethi membagi pengalaman bagaimana memperluas keterlibatan pengguna demi menciptakan pengalaman menyenangkan berbelanja atau menggunakan jasa, dapat meningkatkan jumlah konsumen. Misal, selain mendapatkan tiket kereta api, konsumen juga mendapatkan fitur menarik yang mendukung kenyamanan perjalanan. Kata kuncinya: daya tarik (traction). Sebisa mungkin memiliki daya tarik yang berbeda dari kompetitor. 

Techabreak by Tokopedia adalah ajang berbagi pengalaman dan saran tingkat lanjut yang diramu dalam diskusi panel menarik dengan para praktisi dalam berbagai tema termasuk pemasaran digital, mendongkrak bisnis startup, meningkatkan pertumbuhan, dan wawasan tentang tren masa depan.

Senin, 25 April 2016

TOKOPEDIA TECH A BREAK #11: Selalu berpikir Selangkah Lebih Depan



Dok. Tokopedia
Di alam digital di mana penghuni makin berjejal, ancaman buas para peretas yang selalu panjang akal perihal metode dan serangan, kian canggih tiap detiknya. “Langkah terbaik selanjutnya adalah memiliki pengetahuan sedalam mungkin akan ancaman-ancaman tersebut,” Demikian Chief Product dari Tokopedia, Alan Chang mengingatkan dalam sambutan TECH A BREAK #11 "Fighting the Cyber Threats: Part 2" by Tokopedia, Wisma 77, Slipi, Jakarta [21/4/16].

Minggu, 06 Maret 2016

Islamic Book Fair 2016: Surga Bagi Yang Bikin Film Anak




Saking jarangnya ada pelaku sinema nasional menelurkan tontonan untuk anak-anak, apalagi tuntunan, maka bagi siapa yang membuat, sangat dihargai jerihpayahnya. Sutradara dan Produser Film Harry Dagoe pun diapresiasi. “Ada teman saya bilang: ‘Har, kalo elo bikin film anak-anak, masuk surga’. Kenapa? karena menghibur anak kecil ya pasti kita memberikan hal-hal yang baik. Sementara di Indonesia untuk film anak sendiri komersialnya sangat tinggi, karena memang jarang filmnya. Jadi dia selalu dibutuhkan,” jelasnya dalam acara “Ngobrolin Fantasi di Indonesia dari Buku  Sampai Film", Islamic Book Fair, Istora Senayan (5/3/16).