Kamis, 09 April 2015

[catatan lepas] Jakarta National Roadshow Toys and Kids Expo 2015

Sabtu dan Minggu lalu saya sempat ke Jakarta National Toys and Kids Expo 2015, pasar mainan tumplek plek dalam satu tempat di Kartini expo Center Balai Kartini, Jakarta (4-5/4). Hari pertama bersama keSayang,, di hari terakhir, sendiri. Tidak perlu beli tiket lagi karena satu karcis terusan untuk dua hari. Pembelian satu tiket sudah dapat satu botol minuman milk tea diparuh jam pertama dan sebungkus jeli buah di paruh jam berikutnya.




Hal yang mengasyikan dari pergi ke acara seperti ini adalah, kita bisa berburu mainan-mainan lama, collectibles, mainan jaman saya kelas SD, yang bisa membangkitkan memori kenangan masa lalu kami dua bersaudara, bersama almarhum ayah pergi ke toko mainan. dan nonton serial kartun minggu pagi. ada Cyan Toys yang menjual game & watch nintendo seken seharga 450 rb dengan hanya dibungkus plastik plus beberapa baterei ukuran tablet isap penurun demam anak. Ada juga lego yang bertetanggaan dengan bootlego. Akur.

balita bisa sedekat ini di sirkuit yang menggila

Untuk segi ragam acara tidak begitu wah, tidak menyajikan agenda  semacam meet and greet (kupikir akan diisi Marcelino Lefran - yang juga buka stand Volt- kalau melihat jadwalnya), cosplay  cuma sebatas pelengkap foto bersama.  tidak ada workshop, seminar (or did I miss anything), tapi ada beberapa demo di booth online game. Mungkin karena ukurannya memang sebatas road show nasional, Yogyakarta, Bandung, kini Jakarta. dan sepertinya acara ini merupakan ajang silaturahim die -casters  dan penyuka RC Cars. terlihat di tiap pojok digelar tracks yang  dikerumuni racers  di sekelilingnya


pikachu, mana pikachu..

Saya bukan peminat radikal kolektor mainan seperti action figure marvel yang bisa dihargai hingga jutaan, pun miniatur mobil edisi khusus berharga selangit, seperti yang mendominasi bertembaran di tiap booth. Tapi saya sempat mendapati satu stan yang menjual figur karakter pokemon yang dibadroli hanya 10 rb boleh bawa 3 biji dan bisa dicampur dengan figur atau merchandise lainnya seperti rupa-rupa  keychains, akesoris hape, pouch, dll. semua impor.   

selanjutnya, beberapa catatan istimewa untuk acara kali ini, adalah... here we go:

1. Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya... terserraahh. 

Jangan terburu-buru, plenty times. Ada baiknya, pertamakali masuk, singgahi tiap booth dengan sekilas saja, semacam tinjauan, highlights; oh, booth ini jual ini dan itu, dll..  untuk selanjutnya dipertimbangkan akan mendatanginya lagi untuk diekplorasi lebih lanjut. 

Jangan sampai terjadi seperti saya. Begitu masuk, pertama melihat action figure Baxmax yang dijual seplastik isi 9 karakter seharga 185k .Begitu excited -nya saya yang sontak membeli. Tapi apa lacur, sepulang di rumah. its nothing but a ripp off. bajakan  dan sangat ringkih, dengan perekat darurat di sana sini. Lengan Baymax copot dengan mudahnya. i guess its worth the price. dengan harga segitu mungkin cuma dapat satu karakter dari produk ori-nya.


jangan terkecoh tampilannya
Nah,  ini penting, rupanya di sana bercampur antara bootleg dengan aseli. Dengan cahaya gedung yang kurang benderang, agak sulit memeriksa keaslian misal signature timbul di bagian  tertentu. Jadi jangan tertipu dengan bootleg berpenampilan nyaris sama. Kukira benar adanya; wise man says, only fools rush in
      
2.    The Court of Food 
penampakkan anak kos.

Jika anda anak kos, terutama, bawalah makanan sendiri. Sebab, seporsi pecel sayur plus sepotong mendoan bisa digetok  Rp 20rb. Yep, bahkan jika  cuma pakai satu macam sayur saja.  tapi ada satu yang lumayan,  lumayan mahal:  eskrim ala turki. Satu kerucut isi tiga scoop seharga 35 K. Kaupikir semua selesai dengan membayar? oh tidak. Kita harus meladeni dulu gimmick dari koko penjualnya (yup, he's not a turkesh apperently) yang  memamerkan kebolehan akrobatisnya  dengan memainkan es krim. Atraksi unik ini seakan membuktikan es tidak mudah cair, apalagi menetes, karena begitu liat tekstur eskrim pilihan tiga rasa cokelat, vanilla, dan strawberi.

3. Copet, beware!
Ada gula ada semut. Bagus juga akun pribadi FB Ketua Panitia segera update memasukkan foto salahsatu copet yang tertangkap. 

4. Mushala yang Nyaman, and plenty rest room
Ada tempat shalat di ruang ber AC di gedung depan, dan lebih dari satu pilihan lokasi toilet  


5.  Arena bermain anak

seperti termatub di spanduknya, expo ini bersungguh untuk tidak hanya menjual mainan, jug aperlengkapan anak, seperti pakaian, alat sekolah, plus arena bermain! Cukup bayar 35rb per anak , mereka bisa bermain sepuasnya. lumayan tempat rehat ortu usai keliling berkeringat.  
  
6.  Think globally, act locally

di tengah pergumulan merchant impor, ternyata terselip acara pertunjukan kolintang Sanggar Musik Bapontar. Serangkai partitur yang dimainkan buat suasana adem seketika kami yang mojok di panggung mini yang memang memojok ini. Serasa sejenak mengasingkan diri ke pulau eksotis berangin sepoi dan nyiur melambai. Sayang pertunjukan langka di publik akhir-akhir ini sepi penonton. Kecuali orangtua, beberapa yang antusias. Termasuk saya, di antara para tetua.


anak-anak jalanan unjuk kebolehan

overall, lepas dari 'tragedi' ditolaknya kartu debit saya di salahsatu booth, namun pas dicek lagi di ATM sudah ter potong, dan sukses mengakibatkan bad mood, acara ini cukup memuaskan untuk menghabiskan wiken... dan uang. 







 .    


Selasa, 24 Maret 2015

"Bangun Tidur Kuterus Nulis"


Untuk yang sedang menekuni hobi menulis, mungkin ingin melangkah dari sekadar pembaca, kita harus pandai “mencuri waktu”, so they say. Maksudnya, maksimalkan waktu senggang di tengah aktivitas utama. Penulis produktif Nunik Utami punya tipsnya. Perempuan yang sudah menulis tak kurang dari 53 judul buku dalam waktu 8 tahun ini membeberkan semua di acara perdana One Day One Book,  "Book Club": Diskusi Buku dan Workshop Resensi Buku, Rumah Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta (28/2/15).


Selasa, 23 Desember 2014

Duhai Malam, Datanglah di Pagi!

Catatan dari Acara Bazaar, Workshop, dan Pensi STIE Widya Persada

“Gue jadi pengen masuk pagi, bang”, kelakar Vaisal, drummer kami, saat pertamakali tiba di tempat kejadian perkara: “Bazaar, Workshop  dan Pentas Seni” STIE Widya Persada (WP) bertema: “Berdikari dalam Berkarya”, Kampus Warung Buncit, Sabtu pagi (20/12/14). 

Minggu, 16 November 2014

"bersibuk mengisi atau berlama meratap"


foto: actfourscreenplays.com
Penjara mengisap semua yang terbaik di dirimu. Terutama untuk terdakwa seumur hidup. Hanya tinggal dua pilihan: mau tahan atau mana tahan. Andy Dufresne (Tim Robbins) adalah salahsatu orang apes yang harus mendekam di Shawshank Prison selama mungkin. Seorang bankir muda andal yang didakwa membunuh istri dan selingkuhan yang tertangkap basah. Semua hal buruk yang bisa terjadi di penjara,  sebut saja, Andy mengalami tiap detiknya.Tidak gila saja sudah untung.       

Senin, 03 November 2014

Era Digital, Perlukah Buku Diselamatkan?

Di era digital ini, apakah orang masih membaca buku? Apakah buku perlu dibela, dan diselamatkan? Pertanyaan-pertanyaan ini bergulir dari pidato Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Lucya Andam Dewi, dalam sambutan pembukaan Indonesia Internasional Book Fair 2014, Guest of Honour: Saudi Arabia, Istora Gelora Bung Karno, Jakarta (1/11/14).

Selasa, 28 Oktober 2014

Jangan Tunggu Inspirasi, Kuasai Fundamentalnya!

Sepenggal wasiat profetik berbunyi: “… Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore”. Pesan ini juga berlaku saat bercerita dalam tuangan gambar. Ilustrator Caravan Studio, Hendry Iwanaga, mengungkapkan, jangan tunggu inspirasi, tapi ketahui fundamentalnya. Apakah itu? "Dalam bercerita atau menggambar ada yang namanya fundamental. kalau kita tidak mengetahuinya, mengambar pun susah. sama halnya bercerita. Sebelumnya, kita bikin asal ada inspirasi. Tidak ada inspirasi tidak bisa. Ternyata, tidak ada inspirasi pun kita bisa. Karena ada fundamental atau dasar bercerita. Jadi jangan menunggu inspirasi,” urainya saat berbagi ilmu di talkshow: Storytelling for Comics, di perhelatan Cocoon Festival, Jakarta Design Center (25/10/14)  

Rabu, 15 Oktober 2014

Terjemahan Dipantau Negara



Jabatan Fungsional Penerjemah telah ditetapkan melalui Peraturan menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor PER/24/M.PAN/5/2006 tahun 2006. Kementerian Sekretariat Negara ditetapkan sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penerjemah. Mengapa bukan di Badan Bahasa? Karena menyangkut hal yang strategis. Demikian ungkap Guru Besar Linguistik Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Cece Sobarna, dalam Seminar Nasional tentang Linguistik: From the Initial Idea to the Translation Quality Assesment, yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (15/.10/14)